Minggu, 02 Desember 2012

PAN dan PAP



PAN
       Kemampuan Masing-masing Individu Berbeda
       Kemampuan Individu Dibanding Kelompok

CIRI-CIRI PAN
       menentukan status setiap peserta didik terhadap kemampuan peserta didik lainnya.
       menggunakan kriteria yang bersifat “relative”.
       nilai hasil tidak mencerminkan tingkat kemampuan dan penguasaan siswa tentang materi pengajaran yang diteskan, tetapi hanya menunjuk kedudukan peserta didik (peringkatnya) dalam komunitasnya (kelompoknya).
       memiliki kecendrungan untuk menggunakan rentangan tingkat penguasaan seseorang terhadap kelompoknya, mulai dari yang sangat istimewa sampai dengan yang mengalami kesulitan yang serius.
       memberikan skor yang menggambarkan penguasaan kelompok.

 KEUNGGULAN PAN
       Hasil PAN dapat membuat guru bersikap positif dalam memperlakukan siswa sebagai individu yang unik.
       Hasil PAN akan merupakan informasi yang baik tentang kedudukan siswa  dalam kelompoknya.
       PAN dapat digunakan untuk menyeleksi calon siswa yang dites secara ketat.

PAP
       semua orang bisa belajar tapi durasi pemahaman yang berbeda.

CIRI-CIRI PAP
Penafsiran skor dari alat pengukuran yang dapat menghasilkan deskripsi tentang kemampuan atau pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik.

KEUNGGULAN PAP
       Hasil PAP merupakan  umpan balik yang dapat diguna-kan guru sebagai introspeksi tentang program pembela-jaran yang telah dilaksanakan.
       Hasil PAP dapat membantu guru dalam pengambilan keputusan tentang perlu atau tidaknya penyajian ulang topik/materi tertentu.                                               
       Hasil PAP dapat pula membantu guru merancang pelak-sanaan program remidi.

PERSAMAAN PAN DAN PAP
       Penilaian acuan norma dan acuan patokan memerlukan adanya tujuan evaluasi spesifik sebagai penentuan fokus item yang diperlukan. Tujuan tersebut termasuk tujuan intruksional umum dan tujuan intruksional khusus
       Kedua pengukuran memerlukan sample yang relevan, digunakan sebagai subjek yang hendak dijadikan sasaran evaluasi. Sample yang diukur mempresentasikan populasi siwa yang hendak menjadi target akhir pengambilan keputusan.
       Untuk mandapatkan informasi yang diinginkan tenyang siswa, kedua pengukuran sama-sama nenerlukan item-item yang disusun dalam satu tes dengan menggunakan aturan dasar penulisan instrument.
       Keduanya mempersyaratkan perumusan secara spesifik perilaku yang akan diukur.
       Keduanya menggunakan macam tes yang sama seperti tes subjektif, tes karangan, tes penampilan atau keterampilan.
       Keduanya dinilai kualitasnya dari segi validitas dan reliabilitasnya.
       Keduanya digunakan ke dalam pendidikan walaupun untuk maksud yang berbeda.

PERBEDAAN PAN DAN PAP
       Penilaian acuan norma biasanya mengukur sejumlah besar perilaku khusus dengan sedikit butir tes untuk setiap perilaku. Penilaian acuan patokan biasanya mengukur perilaku khusus dalam jumlah yang terbatas dengan banyak butir tes untuk setiap perilaku.
       Penilaian acuan norma menekankan perbedaan di antara peserta tes dari segi tingkat pencapaian belajar secara relatif. Penilaian acuan patokan menekankan penjelasan tentang apa perilaku yang dapat dan yang tidak dapat dilakukan oleh setiap peserta tes.
       Penilaian acuan norma lebih mementingkan butir-butir tes yang mempunyai tingkat kesulitan sedang dan biasanya membuang tes yang terlalu mudah dan terlalu sulit. Penilaian acuan patokan mementingkan butir-butir tes yang relevan dengan perilaku yang akan diukur tanpa perduli dengan tingkat kesulitannya.
       Penilaian acuan norma digunakan terutama untuk survey. Penilaian acuan patokan digunakan terutama untuk penguasaan.


Hasil analisis nilai semester genap tahun ajaran 2009/2010 mata pelajaran matematika yang terdapat di Man 3 Kediri kelas XI IPA3 berdasarkan PAN dan PAP
Ø  Jika menggunakan metode penilaian PAN, nilai A sangat mudah untuk didapat karena grade penilaian lebih rendah untuk mendapat nilai A, yakni antara 80 - 100
Ø  Analisis yang kami lakukan berdasarkan pendekatan penilaian PAN, maka diperoleh data sebagai berikut:
Nilai
Jumlah Siswa
Persentase



A
B+
B
C+
C
D
E

7
22
9
2
-
-
-
17,5%
55%
22,5%
5%
-
-
-
Total
40
100%



Ø  Jika menggunakan metode penilaian PAP, nilai A akan sangat sulit diperoleh karena harus mendapat nilai 90 – 100.
Ø  Analisis yang kami lakukan berdasarkan pendekatan penilaian PAP, maka diperoleh data sebagai berikut:
Nilai
Jumlah Siswa
Persentase



A
B+
B
C+
C
D
E

-
15
25
-
-
-
-
-
37,5%
62,5%
-
-
-
-
Total
40
100%